Riau

Pamit dari Riau, Komjen Herry Heryawan Titip Pesan Lestarikan Gajah dan Alam

41
×

Pamit dari Riau, Komjen Herry Heryawan Titip Pesan Lestarikan Gajah dan Alam

Sebarkan artikel ini
Komjen Herry Heryawan

PELALAWAN, ALARAM.CO – Menjelang berakhirnya tugas di Provinsi Riau, Komjen Herry Heryawan menitipkan pesan penting tentang pelestarian gajah Sumatra dan keberlanjutan ekosistem. Ia menegaskan, menjaga alam dan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dilanjutkan, termasuk setelah dirinya meninggalkan Riau.

Pesan tersebut disampaikan Komjen Herry Heryawan saat mengunjungi Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan itu, turut hadir Bupati Pelalawan Zukri Misran dan Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari.

Dalam kunjungan tersebut, Herry menyambangi sejumlah gajah yang berada di Camp Flying Squad TNTN, di antaranya induk gajah Mama Ria dan Mama Lisa, serta anak gajah Seroja dan Ganesha yang belum lama ini lahir.

Ia menegaskan, kunjungannya ke kawasan konservasi tersebut bukan sekadar agenda kerja, melainkan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan kehidupan satwa liar.

“Kami terus datang berkali-kali di sini untuk membawa kesan dan pesan-pesan yang baik, terutama memberikan harapan bagi kelestarian dan keberlanjutan makhluk hidup, terutama gajah-gajah yang ada di sini,” ujar Herry.

Menjelang kepindahannya dari Riau dalam beberapa hari ke depan, Herry berpesan agar upaya pelestarian yang telah dibangun tidak berhenti. Ia meminta jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat terus menjaga alam serta ekosistem yang menjadi habitat berbagai makhluk hidup.

“Saya ingin menitip pesan bahwa kebaikan yang diberikan kepada alam, ekosistem, dan makhluk hidup di sini perlu kita lestarikan. Kesan dan pesan penting ini harus terus dilanjutkan di kemudian hari,” tegasnya.

Momen kunjungan tersebut juga diwarnai pesan perpisahan Herry kepada gajah-gajah yang selama ini menjadi bagian dari upaya konservasi di kawasan tersebut.

“Selamat jalan Mama Ria, Mama Lisa, Seroja, dan Ganesha. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan,” tuturnya.

Herry turut menyampaikan apresiasi kepada para pawang gajah atau mahout, masyarakat setempat, serta jajaran kepolisian yang telah mendukung program pelestarian lingkungan dan satwa liar di Riau.

Menurutnya, upaya menjaga kelestarian alam perlu disertai kesadaran untuk memberikan keadilan tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada lingkungan dan satwa yang hidup di dalamnya.

“Berikan keadilan bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam semesta, lingkungan, serta gajah-gajah yang merupakan ikon kebanggaan Riau yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian gajah Sumatra, Herry juga merencanakan kunjungan ke area penangkaran (breeding area) di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. Kunjungan tersebut direncanakan untuk memastikan upaya keberlanjutan habitat dan populasi gajah tetap berjalan optimal.

Pesan yang ditinggalkan Herry menjadi pengingat bahwa pelestarian gajah Sumatra dan lingkungan hidup membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak, sehingga keberadaan satwa yang menjadi kebanggaan Riau tersebut dapat terus terjaga. (AH)