Riau

Tidak Menunggu Api Membesar, Polda Riau Masifkan Sosialisasi hingga Pasar dan Permukiman

42
×

Tidak Menunggu Api Membesar, Polda Riau Masifkan Sosialisasi hingga Pasar dan Permukiman

Sebarkan artikel ini
Polda Riau dan jajaran turun langsung ke tengah masyarakat, menyasar pasar, permukiman hingga pusat keramaian untuk mencegah warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

BENGKALIS, ALARAM.CO — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau tak hanya dilakukan dengan memadamkan api. Polda Riau dan jajaran turun langsung ke tengah masyarakat, menyasar pasar, permukiman hingga pusat keramaian untuk mencegah warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sebangar, Aipda Alhoudini, di Pasar Sidomulyo, Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Selasa (8/9/2026).

Dengan menggunakan pengeras suara, Alhoudini menyampaikan imbauan pencegahan Karhutla secara langsung kepada pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di pasar. Sekitar 50 warga menjadi sasaran sosialisasi tersebut.

Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa mengatakan, sosialisasi dilakukan secara masif dengan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Langkah pencegahan tersebut berjalan beriringan dengan penanganan titik api yang masih ditemukan di wilayah tersebut.

Sebelum kembali menyampaikan imbauan kepada masyarakat, personel Polsek Mandau bersama BPBD Kecamatan Mandau melakukan pendinginan di lokasi Karhutla di Pematang Pudu yang berbatasan dengan Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

“Kami masuk ke setiap lini masyarakat untuk menyampaikan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini sesuai dengan instruksi Bapak Kapolda Riau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Pasek.

Menurutnya, pencegahan menjadi penting karena dampak Karhutla tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

Karena itu, selain pemadaman dan pendinginan, jajaran Polsek Mandau juga mendorong penghijauan terhadap lahan-lahan yang telah terbakar sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan.

“Kami berusaha melaksanakan penghijauan terhadap lahan-lahan yang telah dibakar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan dan menjaga lingkungan. Bila kita jaga alam, maka alam akan jaga kita,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan secara masif oleh Polda Riau dan jajaran hingga tingkat desa.

Menurut Akmadi, penanganan Karhutla tidak cukup dilakukan setelah api muncul. Pencegahan harus diperkuat sejak awal melalui patroli, deteksi dini dan sosialisasi langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan kebakaran.

“Jajaran terus bergerak menyampaikan langsung kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pasar, permukiman, tempat ibadah dan pusat keramaian menjadi ruang penting untuk memastikan pesan pencegahan ini benar-benar sampai kepada masyarakat,” kata Akmadi.

Ia menambahkan, penanganan juga tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pendinginan harus dilakukan hingga benar-benar dipastikan tidak ada lagi bara, terutama pada lahan gambut, kemudian dilanjutkan dengan upaya pemulihan lingkungan.

“Prinsipnya dari hulu sampai hilir. Kita cegah kebakaran, kita tangani ketika api muncul, kita lakukan penegakan hukum terhadap pelaku, dan setelah itu lingkungan yang terdampak juga harus dipulihkan. Ini menjadi bagian dari komitmen Polda Riau dalam penanganan Karhutla secara berkelanjutan,” ujarnya.

Polda Riau mengajak masyarakat ikut mengambil peran dengan tidak melakukan pembakaran serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas pembakaran atau indikasi kebakaran lahan di lingkungannya. (AH)