Riau

Minggu Kasih di Gereja Immanuel, Wakapolda Riau Tegaskan Polri Tak Boleh Berjarak dengan Masyarakat

6
×

Minggu Kasih di Gereja Immanuel, Wakapolda Riau Tegaskan Polri Tak Boleh Berjarak dengan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk menghadirkan rasa aman.

PEKANBARU, ALARAM.CO – Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu menegaskan bahwa Polri tidak boleh menciptakan jarak dengan masyarakat. Kehadiran polisi harus mampu memberikan rasa aman, membangun kepercayaan, serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sekadar hadir saat penegakan hukum.

Penegasan itu disampaikan Simson saat mengikuti ibadah bersama jemaat GPIB Immanuel di Jalan Sumatera, Pekanbaru, Minggu (18/10/2026), dalam program Minggu Kasih Polda Riau.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Riau hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Riau dan berbaur dengan jemaat. Kehadiran jajaran kepolisian ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Di hadapan jemaat, Simson menyampaikan salam damai sejahtera kepada pendeta, majelis gereja, dan seluruh jemaat. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk beribadah bersama sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian. Keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan keterlibatan masyarakat.

“Polri harus kembali bersama masyarakat. Tidak boleh ada jarak, tidak boleh ada gap dengan masyarakat,” tegas Brigjen Pol Simson.

Ia menjelaskan, pendekatan humanis harus diwujudkan melalui kehadiran nyata personel di tengah masyarakat. Polisi tidak cukup hanya menjalankan tugas formal, tetapi juga harus mampu mendengarkan persoalan warga, memberikan rasa aman, dan membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan.

Simson berharap masyarakat dapat merasakan ketenangan ketika melihat kehadiran polisi. Dengan demikian, keberadaan aparat kepolisian benar-benar menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keamanan dan keharmonisan kehidupan sosial.

“Kalau masyarakat melihat polisi dan merasa aman karena kehadiran polisi, itulah polisi yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga mengaitkan pesan tentang kedekatan dan kepedulian dengan nilai-nilai kasih dalam Alkitab, khususnya Roma 12:10, yang mengajarkan umat untuk saling mengasihi dan mendahulukan kepentingan sesama.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sikap saling menghormati, kepedulian, dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam.

Melalui program Minggu Kasih, Polda Riau terus mendorong komunikasi yang terbuka dan pendekatan humanis dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan keagamaan. Program ini juga menjadi sarana memperkuat kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Polda Riau berharap interaksi langsung seperti ini dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (AH)

Penulis: AHEditor: Lina