PEKANBARU, ALARAM.CO – Suasana penuh sukacita, kehangatan, dan haru menyelimuti perayaan 30 Tahun Pernikahan Mutiara (Pearl Wedding Anniversary) pasangan gembala sidang GBICC Pekanbaru, Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon dan Pdt. Dr. Maya Irana Pohe, yang digelar dalam ibadah ucapan syukur di GBICC Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai No. 55A, Pekanbaru, Senin (25/5/2026) malam.
Ribuan jemaat, sahabat pelayanan, tokoh gereja, serta keluarga besar dari berbagai daerah turut hadir dalam momen istimewa yang menandai tiga dekade perjalanan rumah tangga sekaligus pelayanan pasangan yang dikenal setia melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Ibadah syukur yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB itu berjalan khidmat dan penuh makna. Ballroom tampak begitu anggun dengan dekorasi bunga-bunga bernuansa lembut, didominasi warna putih dan pink pastel yang selaras dengan tema malam itu, menciptakan suasana hangat sekaligus elegan.
Menambah kesan istimewa, pasangan yang merayakan Pernikahan Mutiara tersebut tampil memukau dalam balutan busana resepsi modern bernuansa formal tradisional. Pdt. Dr. Maya Irana Pohe mengenakan gaun panjang model mermaid dengan detail payet dan brokat yang anggun, sementara Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon tampil serasi dengan setelan formal model tunik atau beskap modern. Keduanya memilih warna sage green atau mint sage, warna pastel lembut yang memberi kesan sederhana, elegan, dan mewah.
Firman Tuhan dalam ibadah syukur disampaikan oleh Ps. Robert Beneriktus dengan tema “Tetaplah Berbuah Untuk Berikutnya.” Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya menjaga kesetiaan, kasih, dan komitmen dalam keluarga maupun pelayanan hingga akhir hayat.
“Pernikahan bukan hanya tentang bertahan, tetapi bagaimana tetap menghasilkan buah-buah kasih, keteladanan, dan pelayanan bagi generasi berikutnya,” ujarnya di hadapan jemaat.
Suasana penuh keakraban juga terasa melalui penampilan pembawa acara Gunawan P dan Wendy S, yang menghadirkan sentuhan humor hangat sehingga para undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Dalam sambutannya, Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon menyampaikan rasa syukur mendalam atas penyertaan Tuhan selama 30 tahun perjalanan rumah tangga bersama sang istri.
“Semua yang kami lalui selama 30 tahun ini adalah karena kasih karunia Tuhan. Kami percaya keluarga bukan hanya tempat bertumbuh dalam kasih, tetapi juga tempat melayani dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Pdt. Dr. Maya Irana Pohe mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat melewati perjalanan panjang pernikahan bersama suami dalam suka maupun duka.
“Kami belajar bahwa kekuatan rumah tangga ada pada doa, kesetiaan, dan komitmen untuk terus berjalan bersama Tuhan. Terima kasih kepada seluruh jemaat, keluarga, dan sahabat pelayanan yang selalu mendukung kami,” tuturnya.
Kebahagiaan pasangan ini semakin lengkap dengan hadirnya empat anak tercinta di hidup mereka berdua, yakni Bryan Gerail Tampubolon, Serena Gerail Tampubolon, Allen Gerail Tampubolon, dan Jordan Gerail Tampubolon.
Suasana haru juga semakin terasa dengan kehadiran Theresia Pohe, ibunda dari Pdt. Dr. Maya Irana Pohe, yang turut menyampaikan doa dan harapannya agar keluarga pasangan tersebut terus menjadi teladan.
“Saya bersyukur melihat anak dan menantu tetap setia melayani Tuhan sampai hari ini. Semoga keluarga mereka terus diberkati dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” katanya.
Salah satu panitia, Megawati, menyebut perayaan pernikahan mutiara itu berlangsung sangat meriah dan meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.
“Acara ini sangat indah, penuh sukacita, dan menjadi momen yang memberkati banyak orang yang hadir,” ujarnya.
Perayaan 30 Tahun Pernikahan Mutiara ini bukan sekadar selebrasi perjalanan cinta, melainkan juga menjadi kesaksian nyata tentang kesetiaan, kasih, dan penyertaan Tuhan dalam membangun keluarga yang kokoh serta pelayanan yang terus berbuah bagi generasi berikutnya.(AH)












