TELUK KUANTAN, ALARAM.CO — Ribuan masyarakat dan wisatawan mulai memadati Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk menyaksikan kemeriahan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. Untuk memastikan pesta budaya masyarakat Kuansing tersebut berlangsung aman dan lancar, Polda Riau bersama Polres Kuansing menyiagakan 857 personel gabungan.
Kesiapan pengamanan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 yang berlangsung di Lapangan Astaka, Kabupaten Kuansing, Selasa (18/8/2026) sore. Apel dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.
Festival Pacu Jalur Tepian Narosa dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026. Sementara rangkaian Festival Pacu Jalur 2026 telah dimulai sejak 1 Agustus dengan mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri.”
Sebanyak 857 personel gabungan yang disiagakan terdiri dari 350 personel Polres Kuansing, 182 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO), 60 personel TNI, 120 personel Satpol PP, 70 personel Dinas Perhubungan, serta 75 personel BPBD.
Seluruh personel tersebut akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis untuk mendukung pengamanan rangkaian kegiatan, pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, pelayanan masyarakat, pengamanan kawasan sungai, hingga mengantisipasi berbagai kondisi kontingensi.
Apel tersebut turut dihadiri Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Karo Rena Polda Riau Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol Syahrial M. Said, Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi serta sejumlah pejabat utama Polda Riau lainnya.
Hadir pula Plt. Bupati Kuansing H. Mukhlisin, Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Dandim 0302/Inhu-Kuansing Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD Kuansing.
Dalam amanatnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa Pacu Jalur tidak dapat dipandang hanya sebagai sebuah perlombaan. Tradisi tersebut merupakan warisan budaya sekaligus pesta rakyat yang telah menjadi identitas masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.
Menurut Hengki, tradisi Pacu Jalur yang telah berkembang selama berabad-abad memiliki nilai sejarah, sosial, gotong royong dan solidaritas yang kuat. Kehidupan masyarakat Kuansing sejak dahulu juga memiliki hubungan erat dengan Sungai Kuantan sebagai ruang kehidupan, jalur mobilitas, tempat interaksi sosial sekaligus pusat perkembangan kebudayaan.
“Pacu Jalur pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan masyarakat yang sejak dahulu memiliki keterikatan erat dengan sungai sebagai ruang kehidupan, mobilitas, interaksi sosial, sekaligus pusat perkembangan kebudayaan,” demikian amanat Wakapolda Riau.
Karena memiliki nilai budaya yang kuat dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, pelaksanaan Festival Pacu Jalur juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri” menjadi penegasan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi. Festival diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pelaku usaha lokal serta sektor pariwisata di Kuansing.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada arena utama Pacu Jalur, tetapi juga mencakup pengaturan dan rekayasa lalu lintas, jalur kedatangan dan kepulangan masyarakat, pelayanan kepada pengunjung, kawasan sungai serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
“Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan festival dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati perhelatan budaya tersebut dengan rasa aman dan nyaman,” tegas Hengki.
Di tengah persiapan pengamanan pesta rakyat tersebut, Polda Riau juga tetap memberikan perhatian terhadap persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih menjadi salah satu tantangan di wilayah Kuansing.
Melalui Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau bersama Polres Kuansing telah mengungkap delapan perkara dengan 17 tersangka. Penindakan dilakukan di 55 lokasi aktivitas PETI.
Menurut Wakapolda Riau, penertiban PETI merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus melindungi sumber daya alam serta lingkungan dari aktivitas ilegal yang dapat menimbulkan kerusakan ekologis dan dampak sosial ekonomi dalam jangka panjang.
“Pengamanan kegiatan masyarakat harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih komprehensif, yaitu tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas ilegal,” ujarnya.
Usai apel, Wakapolda Riau menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berperan aktif dalam penertiban PETI di wilayah hukum Polres Kuansing.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Kapolsek Cerenti AKP Peri Padli, Camat Cerenti Erialis, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur Dubalang Batang Kuantan.
Apel Gelar Pasukan berakhir sekitar pukul 17.05 WIB. Dengan kekuatan 857 personel gabungan serta dukungan lintas instansi, aparat memastikan seluruh rangkaian Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 dapat berlangsung dalam situasi aman, tertib dan kondusif.
Pengamanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga Pacu Jalur sebagai warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi agar tetap lestari, sekaligus memastikan kemeriahan festival dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah. (AH)












