PEKANBARU, ALARAM.CO — Semangat untuk menjangkau generasi muda dan mengajak lebih banyak anak muda kembali mengenal kehidupan bergereja menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan Pengurus Badan Kerja Sama Gereja-Gereja di Riau (BKGR), para pendeta, lembaga-lembaga Kristen, serta organisasi pemuda gereja bersama Fanny Jossy, Ibu Wakapolda Kalimantan Timur, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda Provinsi Riau yang direncanakan berlangsung pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, di kawasan Rumbai, Pekanbaru. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan gereja sekaligus menjangkau generasi muda, termasuk mereka yang belum aktif dalam kehidupan bergereja.
Dalam pertemuan yang dipaparkan Ketua BKGR, Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon, seluruh peserta yang hadir didorong untuk mengambil peran sebagai penghubung dan penggerak dalam menyosialisasikan KKR kepada para pendeta, gereja, organisasi pemuda, serta komunitas Kristen di Riau.
“Setiap gereja juga diharapkan tidak hanya mengundang jemaat dan peserta untuk hadir dalam KKR, tetapi melakukan tindak lanjut secara pribadi terhadap orang-orang yang diajak dan dibawa dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, perhatian terhadap mereka yang hadir tidak berhenti pada pelaksanaan KKR, melainkan dilanjutkan melalui pembinaan dan pendampingan di masing-masing gereja,” jelas Pdt. Ricky Nelson.
Selain persiapan teknis, rangkaian doa bersama dan puasa juga akan diagendakan sebagai bagian dari persiapan rohani. Seluruh gereja dan pihak yang terlibat diharapkan mulai mendoakan pelaksanaan KKR tersebut di lingkungan masing-masing.
Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon menekankan pentingnya persiapan publikasi dan sosialisasi yang dilakukan jauh sebelum pelaksanaan. Sosialisasi minimal direncanakan dimulai pada 25 September 2026, atau sekitar satu bulan sebelum kegiatan. Namun, persiapan dan publikasi diharapkan dapat dilakukan lebih awal setelah kepastian pengisi acara dan tema KKR ditetapkan.
“Publikasi perlu dipersiapkan dengan baik. Karena itu, pengisi acara harus dipastikan terlebih dahulu. Tema juga penting untuk segera disiapkan,” kata Pdt. Dr. Ricky.
Dalam pertemuan, Fanny Jossy menyampaikan bahwa meskipun dirinya telah pindah dari Riau, kecintaannya terhadap daerah ini tetap ada. Ia juga menyatakan memiliki perhatian khusus terhadap rencana KKR Pemuda Riau.
“Saya sudah pindah dari Riau, tetapi saya masih cinta dan punya hati untuk Riau. Saya juga memiliki hati untuk KKR Pemuda di Provinsi Riau,” ujar Fanny dalam pertemuan tersebut.
Untuk lokasi pelaksanaan, panitia sementara mengusulkan kawasan Rumbai, dengan beberapa alternatif tempat seperti Hall Basket maupun Stadion Sepak Bola Rumbai. Lokasi tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait.
Fanny juga akan berkoordinasi dengan Kapolda Riau mengenai dukungan dan keterlibatan personel yang bersedia membantu kepanitiaan. Meski kegiatan tersebut merupakan kegiatan keagamaan yang berada di luar struktur Polda Riau, rencana pelaksanaannya tetap akan disampaikan kepada Kapolda Riau.
Setelah koordinasi dengan Kapolda Riau dilakukan, gambaran mengenai bentuk kolaborasi dan keterlibatan unsur Polda Riau dalam kepanitiaan diharapkan menjadi lebih jelas. Fanny juga direncanakan bertemu dengan Penjabat Gubernur Riau untuk membahas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Konsep KKR dirancang agar berlangsung meriah dan berkesan bagi para peserta. Rangkaian acara akan mengusung unsur budaya dan seni, antara lain tarian khas Riau, penampilan sanggar, serta berbagai tarian Indonesia sebagai bagian dari pembukaan.
Untuk pelayanan pujian, nama Putri Siagian diusulkan untuk terlibat. Sementara untuk sesi penyembahan, Franky Kuncoro menjadi salah satu nama yang diusulkan. Adapun untuk penyampaian firman Tuhan, nama Ps. Marchel turut dibahas, namun seluruh pengisi acara tersebut masih akan dikomunikasikan dan dikonfirmasi lebih lanjut.
Dalam pembentukan kepanitiaan, struktur organisasi ditargetkan mulai disusun pada pekan berjalan. Fanny direncanakan menjadi Ketua Umum, sedangkan posisi Ketua Pelaksana diusulkan kepada Kombes Hendrawan Marpaung. Susunan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan dimatangkan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Fanny juga menyatakan akan meminta dukungan Event Organizer (EO) untuk membantu persiapan teknis kegiatan.
Sejumlah perwakilan organisasi Kristen dan pemuda menyatakan kesiapan untuk terlibat. Agustri dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu apabila dibutuhkan dalam kepanitiaan.
Sementara itu, Hermanto menyatakan bahwa organisasi pemuda siap menjadi bagian terdepan dalam mendukung pelaksanaan KKR. Dukungan serupa juga disampaikan Anggara yang menekankan agar kepanitiaan segera dipersiapkan serta melibatkan lembaga-lembaga Kristen dan organisasi gerejawi di Riau.
Pdt. Ricson Sitorus menilai KKR tersebut dapat menjadi momentum yang tepat dalam menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda. Ia mendorong Persekutuan Gereja-Gereja Tionghoa Riau (PGTR) untuk mengajak para ketua pemuda dari wilayah Tenayan Raya dan Kulim. Hamba-hamba Tuhan dari wilayah Palas juga diharapkan dapat dilibatkan.
Menurutnya, persiapan tidak hanya dilakukan secara organisasi, tetapi juga harus dimulai melalui doa di gereja masing-masing.
“Ini dapat menjadi momentum KKR untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda. Karena itu, mari mulai didoakan di gereja-gereja masing-masing,” ujar Pdt. Ricson.
Harry Rau menambahkan bahwa organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kegiatan yang ditujukan bagi generasi muda. Menurutnya, keterlibatan berbagai organisasi pemuda akan memperluas jangkauan kegiatan dan memperkuat semangat kebersamaan.
Sementara itu, Tiur menyampaikan perlunya koordinasi secara resmi dengan gereja-gereja. Untuk HKBP, misalnya, surat undangan akan disiapkan oleh BKGR. BKGR juga akan menyusun surat untuk mengundang berbagai Aras Gereja di Riau agar dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Daerah (BKGD) serta Aras Gereja di tingkat daerah. Para ketua pemuda dari masing-masing Aras diharapkan dapat dilibatkan sehingga penyebaran informasi mengenai KKR dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.
Selain itu, persoalan transportasi peserta juga menjadi perhatian. Panitia akan membahas kemungkinan penyediaan bus bagi anak-anak muda dari berbagai wilayah di Riau yang akan menghadiri KKR di Rumbai.
Untuk memperkuat koordinasi, nomor kontak seluruh peserta pertemuan akan dihimpun dan dimasukkan ke dalam WhatsApp Group (WAG). Grup tersebut nantinya menjadi salah satu sarana komunikasi dan koordinasi persiapan kegiatan.
Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 17.00 WIB, bertempat di Gereja BICC Hall Lantai 3. Dalam pertemuan berikutnya, para ketua pemuda dari gereja-gereja di Riau juga akan diundang. Konsumsi untuk peserta dalam agenda pertemuan lanjutan pada Jumat mendatang direncanakan disediakan oleh Fanny.
Seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat mengambil peran sebagai penggerak sekaligus humas di lingkungan masing-masing. Dengan keterlibatan gereja, pendeta, lembaga Kristen, organisasi pemuda, serta berbagai Aras Gereja, KKR Pemuda Riau diharapkan tidak sekadar menjadi sebuah acara besar, tetapi menjadi momentum untuk menjangkau, menguatkan, dan membangun kehidupan rohani generasi muda di Provinsi Riau.
Selain persiapan teknis, agenda puasa bersama juga akan dijadwalkan sebagai bagian dari persiapan rohani menuju pelaksanaan KKR. (AH)












