PEKANBARU, ALARAM.CO – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama kembali ditunjukkan di Kota Pekanbaru. Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Riau (BKGR) bersama Gereja BICC menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap kerukunan masyarakat.
Penyerahan sapi kurban tersebut berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 11.00 WIB, di area Gereja BICC Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai No. 55A, Pekanbaru.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M., Anggota DPRD Kota Pekanbaru H. Fathullah, S.H., M.H, Camat Marpoyan Damai Tengku Ardi Dwisasti, S.STP., M.Si., Lurah Wonorejo Nurhaida Ritonga, S.E., M.Si., Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Wonorejo, para Ketua RW dan RT Kelurahan Wonorejo, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekanbaru Pdt. Rikson Sitorus, Penasehat Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Pdt. Dr. Mukhlis Mano, serta sejumlah tokoh gereja dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum BKGR yang juga tuan rumah sekaligus pimpinan Gereja BICC, Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon, S.Pak., M.Th.
Dalam sambutannya, Pdt. Ricky Nelson Tampubolon menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi gereja dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Pekanbaru.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat untuk melaksanakan acara yang sangat berharga ini, yaitu penyerahan sapi kurban dari Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Riau bersama Gereja BICC kepada Pemerintah Kota Pekanbaru,” ujar Pdt. Ricky.
Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam membangun daerah.
“Kami percaya bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghargai, saling mengasihi, dan bersama-sama membangun Kota Pekanbaru. Justru dalam keberagaman inilah Pekanbaru tumbuh menjadi kota yang rukun, damai, dan maju,” katanya.
Sebagai Ketua Umum BKGR, Pdt. Ricky juga menyampaikan harapan agar hewan kurban yang diserahkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kepada Bapak Wali Kota Pekanbaru, kami menitipkan sapi kurban ini. Semoga dapat disalurkan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan di Kota Pekanbaru. Kami juga mendoakan agar Bapak Wali Kota beserta seluruh jajaran pemerintahan diberikan kekuatan, hikmat, dan kesehatan dalam memimpin kota ini,” tuturnya.
Pdt. Ricky turut mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru yang dinilai dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap berbagai persoalan warga.
Menurutnya, kehadiran pemimpin yang aktif turun langsung ke lapangan memberikan rasa percaya dan optimisme bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian BKGR dan Gereja BICC terhadap masyarakat Kota Pekanbaru.
“Kami, atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, menyambut dengan sukacita dan rasa bangga atas kepedulian Bapak Pdt. Ricky beserta seluruh pendeta dan jemaat yang telah memberikan satu ekor sapi untuk dibagikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai,” ujar Agung.
Ia menilai penyerahan sapi kurban tersebut bukan sekadar bantuan sosial, melainkan simbol nyata toleransi antarumat beragama yang patut dijaga bersama.
“Ini adalah bentuk perhatian dan toleransi yang luar biasa. Kurban bukan hanya tentang ritual keagamaan umat Muslim, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan, di mana saudara-saudara kita dari gereja ikut berbagi dan menunjukkan kasih kepada masyarakat,” katanya.
Agung juga menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Pekanbaru bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan besar yang harus dirawat.
“Pekanbaru ini bukan hanya milik satu suku atau satu agama. Perbedaan yang kita miliki justru menjadi kekuatan untuk berkolaborasi bersama membangun kota ini agar semakin maju, aman, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru sangat terbuka terhadap masukan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan gereja.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dapat terus diperkuat, terutama dalam berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, bantuan kemanusiaan, serta edukasi masyarakat terkait kebersihan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang.
Agung turut menyinggung pelaksanaan kegiatan sosial BKGR dalam rangka HUT ke-50 yang akan digelar dalam waktu dekat, seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi gerakan-gerakan positif seperti ini, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Agung kembali menyampaikan terima kasih atas bantuan sapi kurban tersebut dan berharap semangat toleransi serta persaudaraan antarumat beragama di Pekanbaru semakin kokoh.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sapi kurban ini. Semoga menjadi berkah bagi masyarakat yang menerima, dan semoga Tuhan memberkati seluruh keluarga besar BKGR, Gereja BICC, serta masyarakat Kota Pekanbaru,” tutupnya.
Penyerahan sapi kurban dari BKGR dan Gereja BICC ini menjadi salah satu contoh nyata harmonisasi kehidupan beragama di Kota Pekanbaru, sekaligus memperkuat pesan bahwa toleransi bukan hanya sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama. (AH)












