Riau

Gambut Bengkalis Jadi Perhatian, Menhut-Pangdam-Kapolda Riau Bahas Cegah Karhutla

24
×

Gambut Bengkalis Jadi Perhatian, Menhut-Pangdam-Kapolda Riau Bahas Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
Rombongan meninjau kawasan restorasi di Rumah Runding Restorasi, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

BENGKALIS, ALARAM.CO — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau diperkuat melalui restorasi ekosistem gambut dan sinergi lintas sektor.

Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., dan Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., meninjau kawasan restorasi di Rumah Runding Restorasi, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi lintas sektor untuk melihat langsung kondisi ekosistem gambut sekaligus membahas langkah mitigasi Karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Rombongan turut didampingi Plt Gubernur Riau Ir. H. S.F. Hariyanto, M.T., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf. Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P., Bupati Bengkalis, Rektor Universitas Riau, jajaran Forkopimda serta tokoh masyarakat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kawasan restorasi dan berdiskusi mengenai pemulihan ekosistem gambut. Pembahasan juga diarahkan pada penguatan pencegahan Karhutla melalui kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, akademisi dan masyarakat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, pencegahan Karhutla dan pemulihan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

“Pencegahan Karhutla dan pemulihan lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar upaya yang dilakukan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Raja Juli.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo juga menyampaikan komitmen TNI AD dalam mendukung pencegahan Karhutla dan pelestarian lingkungan.

Sinergi bersama pemerintah daerah, kepolisian, akademisi dan masyarakat akan terus diperkuat, termasuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan gambut yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan pentingnya langkah pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi potensi Karhutla.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi serta pemantauan kondisi lapangan secara berkelanjutan.

Kunjungan Menteri Kehutanan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem gambut di Riau.

Restorasi lingkungan dan pencegahan Karhutla pun membutuhkan keterlibatan bersama, baik pemerintah, aparat, akademisi maupun masyarakat, untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus keberlangsungan kehidupan masyarakat. (AH)