Riau

70 Hektare Gambut Terbakar di Inhu, Kapolda-Pangdam Turun Langsung Pastikan Api Tak Bangkit Lagi

64
×

70 Hektare Gambut Terbakar di Inhu, Kapolda-Pangdam Turun Langsung Pastikan Api Tak Bangkit Lagi

Sebarkan artikel ini
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung mengecek penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu.

INDRAGIRI HULU, ALARAM.CO – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (9/9/2026).

Kebakaran yang terjadi di kawasan lahan gambut tersebut mencapai sekitar 70 hektare. Hingga Rabu siang, personel gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul dari bara yang tertinggal di dalam gambut.

Penanganan melibatkan Polres Inhu, TNI, BPBD, Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, sebagian besar area terbakar telah berhasil dilokalisir menggunakan sekat kanal. Namun, kondisi gambut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Karena lahannya gambut, kita harus memastikan api betul-betul padam sampai di tingkat gambut yang paling dalam. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari ke depan proses pendinginan bisa berjalan lancar,” ujar Agus di lokasi.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Satgas darat difokuskan pada pemadaman dan pendinginan, sementara dukungan water bombing disiapkan apabila ditemukan titik api dengan skala lebih besar.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disiapkan dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan untuk membantu mengoptimalkan penanganan karhutla.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, kolaborasi menghadapi karhutla telah dibangun sejak jauh hari, terutama setelah muncul indikasi ancaman El Niño.

Menurut Herry, karhutla tidak bisa ditangani hanya oleh satu institusi. Pemerintah, TNI-Polri, masyarakat dan perusahaan harus bergerak bersama dalam pencegahan maupun penanganan.

“Kegiatan kolaboratif dan gotong royong ini kita lakukan terus-menerus. Bukan saja pada saat situasi El Nino saat ini, tetapi jauh-jauh hari kita sudah melakukan mitigasi sejak awal,” tegas Herry.

Mitigasi dilakukan dengan memastikan kesiapan sekat kanal, ribuan embung, menara pemantau, sarana dan prasarana perusahaan hingga personel yang berada di lapangan.

Sistem peringatan dini juga diperkuat melalui sejumlah platform, di antaranya Lancang Kuning, SiPongi, Sipakar serta Green Policing Presisi. Sistem tersebut digunakan untuk mempercepat verifikasi hotspot agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang lebih luas.

Namun, bagi Herry, memadamkan api bukanlah akhir dari penanganan karhutla.

Kawasan yang telah terbakar harus masuk tahap restorasi agar siklus kebakaran yang berulang setiap tahun dapat diputus sekaligus mencegah kawasan bekas terbakar dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

“Kita tidak mau setiap tahun melakukan pemadaman terus-menerus. Harus ada radical break, bagaimana kita melakukan restorasi bersama-sama dan mengubah mindset masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai merencanakan gerakan penanaman satu juta pohon yang akan dimulai pada Oktober 2026.

Selain pencegahan dan restorasi, penegakan hukum terhadap pelaku karhutla juga terus berjalan.

Hingga saat ini, Polda Riau telah menangani 47 perkara karhutla dengan 51 tersangka, dengan total luas lahan terbakar yang terkait perkara mencapai 3.066 hektare.

Sementara itu, personel gabungan masih melanjutkan pemadaman dan pendinginan di Desa Paya Rumbai. Fokus utama adalah memastikan bara yang berada di lapisan gambut benar-benar padam sehingga tidak kembali memicu kebakaran.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai turut didampingi Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal serta sejumlah pejabat TNI-Polri.

Turut hadir Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo serta unsur terkait lainnya. (AH)