Riau

Video Bhabinkamtibmas Ikut Pacu Jalur Viral, Wujud Kedekatan Polisi dengan Masyarakat Kuantan Singingi

19
×

Video Bhabinkamtibmas Ikut Pacu Jalur Viral, Wujud Kedekatan Polisi dengan Masyarakat Kuantan Singingi

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video yang viral di media sosial saat Bripka Asril menjadi timbo ruang pada Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung.

KUANTAN SINGINGI, ALARAM.CO – Pengalaman Bripka Asril sebagai atlet dayung ternyata bukan menjadi alasan utama video dirinya viral di media sosial. Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi, itu justru mendapat perhatian publik karena dinilai menunjukkan kedekatan seorang polisi dengan masyarakat melalui pelestarian budaya Pacu Jalur.

Dalam video yang beredar, Bripka Asril terlihat menjadi timbo ruang pada Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Keikutsertaannya memantik beragam respons positif dari masyarakat yang menilai sosok Bhabinkamtibmas tersebut mampu berbaur tanpa sekat dengan warga binaannya.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana mengatakan, viralnya video tersebut bukan semata karena anggotanya berada di atas jalur saat perlombaan berlangsung. Menurut dia, perhatian publik muncul karena masyarakat melihat sosok polisi yang hadir, berinteraksi, dan menjadi bagian dari kehidupan warga.

“Menjadi Bhabinkamtibmas berarti membangun kepercayaan. Kepercayaan itu tidak lahir hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran, kepedulian, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat. Apa yang dilakukan Bripka Asril menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menjaga budaya yang menjadi identitas daerah,” ujar Hidayat, Jumat (24/7/2026).

Menurut Hidayat, Pacu Jalur merupakan tradisi yang memiliki nilai sosial tinggi karena menjadi ruang pemersatu masyarakat. Oleh sebab itu, keterlibatan anggota Polri dalam kegiatan budaya dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Ia menegaskan, Polres Kuantan Singingi terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk mengenal karakter masyarakat di wilayah binaan, memahami budaya lokal, serta hadir dalam setiap kegiatan positif yang melibatkan warga.

“Kami ingin anggota Polri semakin dekat dengan masyarakat. Semakin kuat hubungan itu, semakin baik pula kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan,” katanya.

Bripka Asril sendiri mengaku tidak pernah bermaksud mencari popularitas melalui keikutsertaannya dalam Pacu Jalur. Ia mengatakan, keterlibatannya sebagai timbo ruang merupakan bentuk penghormatan atas kepercayaan masyarakat Desa Banjar Guntung yang memintanya menjadi bagian dari Jalur Endang Rumus.

“Sebagai Bhabinkamtibmas, saya ingin menjadi bagian dari masyarakat yang saya bina. Ketika mereka mengajak saya terlibat dalam Pacu Jalur, saya menerimanya sebagai bentuk kebersamaan. Tradisi ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Asril memiliki latar belakang sebagai atlet dayung Provinsi Riau sebelum bergabung dengan Polri melalui jalur prestasi. Ia pernah tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), kemudian bertugas di Satuan Brimob Polda Riau sejak 2006 sebelum dipercaya menjadi Bhabinkamtibmas pada 2021.

Saat ini, ia membina lima desa di Kecamatan Kuantan Mudik, yakni Desa Bukit Pedusunan, Desa Luai, Desa Seberang Pantai, Desa Banjar Guntung, dan Desa Rantau Sialang. Selama menjalankan tugas, ia aktif mendampingi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk tradisi Pacu Jalur yang menjadi warisan budaya dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.

Bagi Asril, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pendekatan humanis, kepedulian, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kepolisian. Ia berharap momen yang viral di media sosial itu dapat menginspirasi anggota Polri lainnya untuk terus membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui pelayanan yang humanis serta menghargai kearifan lokal.(AH).