Riau

Polsek Rambah Samo Cek Perkembangan Jagung Hibrida di Teluk Aur, Hama Ulat Jadi Kendala Utama

22
×

Polsek Rambah Samo Cek Perkembangan Jagung Hibrida di Teluk Aur, Hama Ulat Jadi Kendala Utama

Sebarkan artikel ini
Polsek Rambah Samo Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Hasil Penanaman Ulang di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu

ROKAN HULU, ALARAM.CO – Polsek Rambah Samo melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil hasil penanaman ulang di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian.

Pengecekan berlangsung di RT 006 RW 003 Dusun Aur Kuning, Desa Teluk Aur, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Tanaman jagung yang diperiksa merupakan hasil penanaman ulang kuartal I tahun 2026 setelah tanaman sebelumnya yang ditanam pada 25 Februari 2026 dilaporkan tidak berkembang dengan baik.

Kegiatan itu dihadiri Kanit Binmas Polsek Rambah Samo Ipda Zulpendi, S.Pdi., Bhabinkamtibmas Brigadir Febri Saputra, Banit Intelkam Briptu Yori Perdana, S.H., serta masyarakat Desa Teluk Aur.

Koordinator pengelolaan lahan, Zuhairi selaku Direktur BUMDes Aur Sejahtera, menjelaskan bahwa penanaman ulang dilakukan pada 3 April 2026 menggunakan benih jagung hibrida Pioneer P32 Singa.

“Tanaman saat ini berumur sekitar 48 hari dengan tinggi berkisar antara satu meter hingga satu setengah meter,” ujarnya.

Lahan pertanian seluas kurang lebih 1,5 hektar tersebut berada di tanah mineral berwarna hitam dengan sumber air mengandalkan tadah hujan. Berdasarkan hasil pengecekan, pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik meski masih menghadapi kendala serangan hama ulat.

Kapolsek Rambah Samo melalui personelnya menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan pengelola BUMDes untuk melakukan langkah pengendalian hama agar pertumbuhan jagung tidak terganggu.

“Bhabinkamtibmas bersama pengelola lahan telah melakukan koordinasi terkait penanganan hama ulat yang menyerang tanaman jagung,” kata Ipda Zulpendi di lokasi kegiatan.

Sebagai langkah antisipasi, petani dan pengelola lahan juga telah melakukan penyemprotan menggunakan insektisida merek Sutoro guna menekan perkembangan hama.

Program penanaman jagung pipil tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.(AH)