Riau

Polda Riau Rampungkan 42 Jembatan di Pelosok, Hadirkan Akses Aman dan Harapan Baru bagi Warga

22
×

Polda Riau Rampungkan 42 Jembatan di Pelosok, Hadirkan Akses Aman dan Harapan Baru bagi Warga

Sebarkan artikel ini
Pembangunan dan Renovasi Jembatan Melibatkan Personel Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau.

PEKANBARU, ALARAM.CO — Polda Riau melalui Satgas Darurat Pembangunan/Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pelosok melalui pembangunan infrastruktur jembatan di berbagai daerah di Provinsi Riau.

Hingga Minggu (17/5/2026), sebanyak 42 jembatan telah rampung dibangun dan kini mulai dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Pembangunan dan renovasi jembatan tersebut melibatkan personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau dengan total kekuatan sebanyak 120 personel.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Commander Wish Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upaya meningkatkan akses masyarakat pedesaan, keselamatan warga, serta mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

Jembatan yang telah selesai dibangun tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, di antaranya Kabupaten Siak, Dumai, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi hingga Kepulauan Meranti.

Sebagian besar jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat menuju sekolah, perkebunan, tempat ibadah, hingga pusat aktivitas ekonomi warga desa.

Di beberapa wilayah, kehadiran jembatan baru disebut langsung memberikan dampak positif bagi para pelajar yang sebelumnya harus melintasi jembatan rusak dan membahayakan untuk menuju sekolah. Kini, akses mereka dinilai lebih aman dan nyaman.

Selain mendukung sektor pendidikan, pembangunan jembatan juga membantu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan nelayan dalam mengangkut hasil usaha mereka.

Meski 42 jembatan telah selesai, Satgas masih melanjutkan pembangunan terhadap 35 jembatan lainnya yang kini berada dalam tahap pengerjaan. Beberapa proyek bahkan dilaporkan telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Dansat Brimob Polda Riau, I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, dan roda perekonomian desa tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat tetap bekerja maksimal di lapangan meski menghadapi tantangan geografis dan kondisi cuaca.

“Kami akan terus bekerja sampai seluruh target pembangunan tahap kedua ini selesai. Semangat personel di lapangan sangat luar biasa karena mereka tahu jembatan yang dibangun akan menjadi harapan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, terdapat enam jembatan lain yang saat ini telah memasuki tahap persiapan pembangunan.

Program pembangunan jembatan merah putih presisi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar warga di daerah terpencil yang selama ini terkendala akses transportasi.

Melalui pembangunan puluhan jembatan tersebut, Polda Riau dinilai tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat konektivitas, keselamatan, dan harapan baru bagi masyarakat di pelosok Bumi Lancang Kuning.(AH)