PEKANBARU, ALARAM.CO — Semangat persatuan dan kerinduan akan pemulihan bangsa mewarnai pelaksanaan Kebangkitan Doa Nasional 2 yang mengusung tema “Berkolaborasi Melapangkan Gerakan Doa dalam Kebenaran”, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 54:2–4. Momentum ini menjadi panggilan bagi umat Tuhan di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun mezbah doa di setiap kota dan daerah.
Gerakan yang diinisiasi Jaringan Doa Nasional (JDN) ini dilaksanakan secara serentak pada 20 Mei 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong setiap kota agar lebih leluasa membangun atmosfer doa dan penyembahan sesuai tuntunan Tuhan di wilayah masing-masing, sekaligus memperkuat kesatuan Tubuh Kristus di tengah perubahan zaman.
Kebangkitan Doa Nasional 2 mengajak gereja-gereja, para hamba Tuhan, pendoa syafaat, worshipper, serta seluruh umat percaya untuk bersatu hati menaikkan doa bagi bangsa. Berlandaskan firman Tuhan dalam Keluaran 25:8, “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka,” kegiatan ini menjadi wujud nyata kerinduan menghadirkan Tuhan di tengah kehidupan masyarakat dan bangsa.
Di Pekanbaru, Kebangkitan Doa Nasional 2 dilaksanakan di Gereja GEKARI Maranatha, Jalan Meranti No. 98, Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau. Sebanyak 700 utusan dari berbagai gereja tercatat hadir dalam kegiatan ini, bersama-sama mendoakan pemulihan ekonomi, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat, pemerintah, dan bangsa Indonesia.
Pokok doa yang dinaikkan mencakup pemulihan mezbah doa di setiap kota, agar gereja kembali menjadi rumah doa dan umat hidup dalam kebenaran yang memerdekakan. Selain itu, doa juga difokuskan pada pertobatan gereja, kesatuan Tubuh Kristus, serta agar gereja-gereja di Indonesia semakin kuat dalam menjalankan visi Kerajaan Allah.
Tidak hanya aspek kerohanian, peserta juga mendoakan pemulihan ekonomi nasional dan daerah, stabilitas keuangan, serta hikmat bagi para pemimpin dan pelaku usaha. Bidang pendidikan dan generasi muda turut menjadi perhatian, dengan harapan lahir generasi yang takut akan Tuhan, berintegritas, dan dipersiapkan menjadi terang bagi bangsa.
Doa juga dinaikkan bagi sektor kesehatan, agar masyarakat memperoleh perlindungan dan pemulihan, serta para tenaga medis dan pemerintah diberi hikmat dalam menjalankan tanggung jawabnya. Sementara bagi pemerintah nasional dan daerah, umat berdoa agar para pemimpin diberi integritas, keadilan, serta takut akan Tuhan dalam menjalankan amanah.
Dalam deklarasi bersama, seluruh peserta menyatakan keyakinan mereka atas kebangkitan rohani bangsa.
“Kami percaya Tuhan sedang membangkitkan mezbah doa di Indonesia. Gereja Tuhan menjadi satu dalam kasih dan kebenaran. Generasi dipulihkan, bangsa dijaga, dan nama Tuhan dipermuliakan di negeri ini. Indonesia bagi kemuliaan Tuhan.”
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai lembaga aras gereja dan Ketua BKGR Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon serta Sr. Hetwika Mawikere, SJMJ, yang mewakili umat Katolik. Sr. Hetwika mengaku bangga dan terharu melihat kebersamaan lintas denominasi dalam doa bersama tersebut.
“Kami sangat bersyukur melihat umat Tuhan dari berbagai gereja dapat bersatu hati berdoa bagi Indonesia. Ini menjadi tanda bahwa Tuhan sedang mempersatukan gereja-Nya,” ujarnya.
Melalui Kebangkitan Doa Nasional 2, Jaringan Doa Nasional berharap semangat doa terus menyala di setiap kota, menghadirkan pemulihan, kedamaian, dan kebangkitan rohani bagi Indonesia.(AH)












