Riau

Polisi Sahabat Anak, DITLANTAS POLDA Riau Tanamkan Keselamatan dan Cinta Lingkungan

7
×

Polisi Sahabat Anak, DITLANTAS POLDA Riau Tanamkan Keselamatan dan Cinta Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Ditlantas Polda Riau mengintegrasikan program Green Policing dalam edukasi kepada generasi usia dini.

PEKANBARU, ALARAM.CO — Suasana berbeda terlihat di Ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, Rabu (19/8/2026). Bukan teguran atau penindakan yang terdengar, melainkan suara riang puluhan anak yang antusias berinteraksi dengan polisi.

Melalui kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) dalam Program Polisi Sahabat Anak, Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Ditlantas Polda Riau memperkenalkan keselamatan berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kepada 108 anak dari lima taman kanak-kanak.

Kelima sekolah tersebut yakni TK Tunas Harapan, TK Meranti, TK Al Munawarah, TK At Taubah dan TK Al Amin. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Kehadiran personel Polantas Karib langsung disambut antusias. Anak-anak terlihat gembira saat berinteraksi dengan polisi dalam suasana yang ramah, edukatif dan penuh keakraban.

Melalui pendekatan humanis dan komunikatif, personel Ditlantas Polda Riau memperkenalkan tugas dan fungsi Polisi Lalu Lintas, mengenalkan berbagai rambu lalu lintas, mengajak anak-anak bernyanyi bersama, serta membuka sesi tanya jawab mengenai keselamatan saat berada di jalan.

Untuk memperkuat materi yang diberikan, setiap anak juga mendapatkan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas. Buku tersebut dapat dipelajari kembali bersama guru maupun orang tua sehingga pesan keselamatan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung.

Tidak hanya belajar di dalam ruangan, anak-anak juga diajak melihat kendaraan operasional Polisi Lalu Lintas di ruang Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau.

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat aktivitas polisi di lapangan. Pada saat yang sama, interaksi langsung tersebut membangun kesan bahwa polisi merupakan sosok yang ramah, bersahabat dan hadir untuk melindungi masyarakat.

Kegiatan Polisi Sahabat Anak kali ini juga memiliki pesan tambahan. Ditlantas Polda Riau mengintegrasikan program Green Policing dalam edukasi kepada generasi usia dini.

Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, menyayangi tanaman dan memahami pentingnya lingkungan yang bersih serta sehat.

Pesan tersebut disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan metode yang menyenangkan agar mudah diterima serta diingat oleh anak-anak.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., mengatakan, pendidikan keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar berkembang menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak-anak mengenal Polantas sebagai sahabat yang hadir untuk melindungi, mengedukasi dan mengajak mereka melakukan hal-hal positif. Keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini,” ujar Dasril.

Menurutnya, melalui Green Policing, anak-anak juga diperkenalkan pada pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kehidupan dan masa depan bersama.

Dasril menambahkan, anak-anak dapat menjadi agen perubahan sederhana di lingkungan keluarga. Pengetahuan yang mereka peroleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat disampaikan kembali kepada orang tua sehingga kebiasaan positif dapat tumbuh di rumah dan lingkungan masyarakat.

Dirlantas Polda Riau: Budaya Keselamatan Harus Dibangun Sejak Dini

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa membangun budaya keselamatan berlalu lintas membutuhkan proses yang berkelanjutan dan harus dimulai sejak usia dini.

“Anak-anak hari ini merupakan generasi pengguna jalan di masa depan. Karena itu, edukasi keselamatan harus diberikan sejak dini dengan pendekatan yang humanis dan menyenangkan. Kami ingin nilai-nilai tertib berlalu lintas tumbuh menjadi karakter, bukan sekadar pengetahuan,” tegas Jeki.

Ia juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kualitas kehidupan masyarakat.

“Polantas Karib bukan hanya hadir untuk mengatur dan menegakkan aturan lalu lintas. Kami ingin hadir lebih dekat, menjadi sahabat masyarakat, sekaligus mengajak bersama-sama menjaga lingkungan. Ketika anak-anak merasa nyaman bersama polisi, pesan keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan akan lebih mudah diterima,” katanya.

Kapolda Riau Apresiasi Edukasi Keselamatan dan Lingkungan

Komitmen Ditlantas Polda Riau tersebut mendapat apresiasi dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Ia menilai Program Polisi Sahabat Anak merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang humanis sekaligus sarana membangun kesadaran keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Ditlantas Polda Riau melalui Program Polisi Sahabat Anak. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat dan memberikan edukasi sejak usia dini,” ujar Herry.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya perlu mengenal aturan keselamatan berlalu lintas, tetapi juga perlu dibiasakan untuk mencintai dan menjaga lingkungan.

“Tertib berlalu lintas, menghormati sesama pengguna jalan, menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan harus menjadi kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil. Dari anak-anak inilah kita berharap lahir generasi yang disiplin, peduli dan memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.

Kapolda Riau juga memberikan apresiasi kepada personel Ditlantas Polda Riau yang mampu menghadirkan suasana kepolisian yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Ketika anak-anak tersenyum, merasa nyaman dan tidak takut kepada polisi, itu adalah bagian dari keberhasilan membangun kedekatan Polri dengan masyarakat. Polantas harus terus hadir sebagai sahabat, pelindung dan pengayom masyarakat,” tegas Herry.

Guru Apresiasi Polantas Karib

Apresiasi juga disampaikan para guru, khususnya dari TK Tunas Harapan. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman edukatif yang berkesan bagi anak-anak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau, khususnya Polantas Karib, atas sambutan dan pelayanan yang sangat baik. Anak-anak sangat senang bertemu polisi. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang rambu-rambu dan keselamatan lalu lintas, sekaligus belajar bagaimana menjaga lingkungan sejak dini,” ungkap salah seorang guru TK Tunas Harapan.

Menurutnya, pendekatan secara langsung membuat anak-anak lebih mudah memahami materi karena mereka belajar melalui pengalaman, interaksi dan suasana yang menyenangkan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh AKP Dedi Siswanto, S.H., M.H., AKP Fajri Sentosa, S.H., M.M., AKP Bahrul S., S.H., M.M., IPTU Riza Elfiera, Brigadir Annisa W., S.H., serta ASN Robert Pardosi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.

Melalui Program Polisi Sahabat Anak yang dipadukan dengan semangat Green Policing, Ditlantas Polda Riau tidak hanya memberikan pengetahuan tentang lalu lintas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi yang tertib, disiplin, peduli terhadap keselamatan dan mencintai lingkungan.

Hari itu, anak-anak tidak hanya mengenal rambu lalu lintas dan kendaraan polisi. Mereka juga belajar pesan sederhana yang penting bagi masa depan: jalan harus aman, lalu lintas harus tertib dan lingkungan harus dijaga.

Dari senyum dan keceriaan anak-anak di Ruang RTMC Ditlantas Polda Riau, ditanamkan harapan untuk melahirkan generasi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus generasi yang peduli terhadap lingkungan. (AH)