Riau

Bukan Sekadar Seragam, Polwan Polda Riau Turun Hadapi Karhutla dan Dampingi Warga

27
×

Bukan Sekadar Seragam, Polwan Polda Riau Turun Hadapi Karhutla dan Dampingi Warga

Sebarkan artikel ini
Para Polwan jajaran Polda Riau turun langsung ke tengah lokasi karhutla.

PEKANBARU, ALARAM.CO — Menjelang Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, para Polwan jajaran Polda Riau memilih turun langsung ke tengah persoalan yang dihadapi masyarakatP Karhutla menjadi salah satu medan pengabdian mereka.

Di lapangan, para Polwan tidak hanya membantu memadamkan api. Mereka juga hadir menemui warga terdampak, membagikan masker hingga memberikan trauma healing, motivasi dan dukungan psikologis.

Di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, sebanyak 26 Polwan Polres Pelalawan turun menemui masyarakat terdampak karhutla. Masker dibagikan kepada warga, sementara pendampingan dilakukan untuk memberikan motivasi dan dukungan psikologis.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan dalam penanganan karhutla. Sebab, dampak kebakaran tidak hanya menyangkut lahan dan kualitas udara, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak.

Sementara di Kabupaten Rokan Hilir, peran berbeda dijalankan Polwan Polres Rokan Hilir. Mereka turun langsung ke lokasi karhutla di Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan, membantu proses pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, keterlibatan Polwan menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur.

“Di Rokan Hilir, Polwan turun langsung membantu pemadaman. Di Kerumutan, Pelalawan, Polwan hadir mendampingi masyarakat melalui trauma healing dan pembagian masker. Perannya berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu hadir sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” kata Akmadi, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan dan mendinginkan lahan. Masyarakat yang terdampak juga membutuhkan perlindungan serta pendampingan.

“Ada masyarakat yang harus kita lindungi dan dampingi. Karena itu, selain pemadaman dan pendinginan, pelayanan kepada masyarakat terdampak juga menjadi bagian penting dari penanganan yang dilakukan,” ujarnya.

Akmadi mengatakan, keterlibatan Polwan di tengah penanganan karhutla sekaligus menjadi cara memaknai Hari Jadi ke-78 Polwan RI melalui pengabdian yang dirasakan langsung masyarakat.

“Momentum Hari Jadi Polwan kami maknai dengan pengabdian. Ada Polwan yang berdiri bersama personel lainnya menghadapi api di lapangan, ada pula yang hadir mendampingi masyarakat terdampak. Semangatnya sederhana, Polwan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Akmadi. (AH)