PEKANBARU, ALARAM.CO—Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Riau menggelar lokakarya bertajuk “Membangun Sinergitas Lembaga Kristen dalam Memperkuat Kualitas Pelayanan di Wilayah Riau” di Angkasa Hotel Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga keumatan Kristen agar lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Lokakarya tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah, di antaranya Firman Djaya Daeli, Albertus Patty, serta Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Vince Ratnawati Lumbangaol. Para pembicara menyoroti pentingnya penguatan peran lembaga keumatan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, mulai dari isu lingkungan, ketimpangan ekonomi, hingga dinamika moral di era digital.
Dalam pemaparannya, Firman Djaya Daeli menegaskan bahwa gerakan oikumenis harus berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Ia menilai lembaga keumatan memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan serta memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Pdt. Dr. Albertus Patty mengingatkan agar lembaga keumatan tidak terjebak pada perdebatan internal yang bersifat dogmatis. Ia mendorong agar fokus diarahkan pada aksi nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat luas.
Dari perspektif tata kelola, Prof. Vince Ratnawati Lumbangaol menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan lembaga. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan aset utama yang harus dijaga melalui sistem manajemen yang akuntabel.
Ketua Umum Badan Kerjasama Gereja-gereja Riau (BKGR), Ricky Nelson Tampubolon, yang juga menjabat sebagai Ketua BKS PGI GMKI Riau sekaligus sebagai penggagas kegiatan ini, dalam sambutannya menyebutkan bahwa sinergi antar lembaga keumatan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Sinergi bukan hanya sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Lembaga keumatan perlu bergerak bersama, saling melengkapi, dan mengedepankan profesionalisme agar pelayanan yang dilakukan benar-benar berdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat dapat mencegah tumpang tindih program sekaligus memperluas jangkauan pelayanan di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua panitia, Anggara Butarbutar, menyebut kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk menyelaraskan program antar lembaga agar lebih efektif dan tepat sasaran. Hal senada disampaikan Ketua PGI Wilayah Riau, Sutrisno, yang berharap lokakarya ini mampu menghasilkan kerangka kerja bersama yang aplikatif.
Kegiatan ditutup dengan diskusi perumusan rekomendasi strategis, termasuk rencana pembentukan forum komunikasi lembaga keumatan Kristen di Riau. Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi berkelanjutan dalam memperkuat peran pelayanan serta kontribusi umat Kristen terhadap pembangunan daerah.(AH)












