Riau

Polda Riau Uji X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan

32
×

Polda Riau Uji X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan

Sebarkan artikel ini
Penggunaan cairan X Fire menjadi bagian dari upaya Polri mencari metode yang lebih efektif dalam menangani Karhutla, terutama untuk menghadapi bara yang dapat tersimpan di bawah permukaan gambut.

PELALAWAN, ALARAM.CO — Polri mulai menguji penggunaan cairan X Fire untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan gambut Kabupaten Pelalawan, Riau. Hasil awal uji coba menunjukkan cairan tersebut cukup efektif, namun efektivitasnya terhadap bara yang berada di bawah permukaan gambut masih harus dipastikan melalui evaluasi selama satu hingga dua hari.

Uji coba dilakukan saat proses pendinginan lahan bekas terbakar seluas sekitar 3,4 hektare di Desa Sering, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/9/2026).

Cairan pemadam tersebut disalurkan Staf Logistik (Slog) Polri dan langsung diaplikasikan di lokasi untuk melihat efektivitasnya dalam membantu proses pemadaman dan pendinginan, khususnya pada karakteristik lahan gambut.

Karo SDM Polda Riau Kombes Boy Jeckson Situmorang mengatakan, penggunaan X Fire menjadi bagian dari upaya Polri mencari metode yang lebih efektif dalam menangani Karhutla, terutama untuk menghadapi bara yang dapat tersimpan di bawah permukaan gambut.

“Hari ini kita mencoba langsung penggunaan cairan X Fire dan hasil awalnya cukup efektif. Namun, kita tetap melakukan asesmen satu sampai dua hari ke depan untuk memastikan apakah bara api di bawah permukaan gambut benar-benar padam,” kata Boy.

Menurut Boy, karakteristik kebakaran gambut membutuhkan penanganan khusus. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu menandakan kebakaran sepenuhnya berakhir karena bara dapat bertahan di lapisan gambut dan kembali memicu api.

Karena itu, uji coba X Fire tidak hanya ditujukan untuk melihat kemampuannya mempercepat pemadaman dan pendinginan, tetapi juga untuk menguji efektivitasnya terhadap bara yang berada di bawah permukaan.

Dalam uji coba tersebut digunakan dua jenis cairan, yakni X Fire 01 yang diaplikasikan dengan campuran air dan X Fire 02 yang dapat digunakan tanpa campuran air.

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mengurangi kebutuhan air dalam penanganan Karhutla di lapangan.

Boy mengatakan, X Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Meski demikian, asesmen tetap diperlukan karena karakteristik gambut dan pola penanganan di setiap wilayah dapat berbeda.

“Di Pelalawan kita sudah membuktikan hasil awalnya cukup efektif. Selanjutnya kita ingin memastikan metode dan pola penggunaannya yang paling tepat untuk karakteristik gambut di Riau,” ujarnya.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang konsisten hingga bara di bawah permukaan benar-benar padam, metode tersebut berpotensi dikembangkan sebagai salah satu alternatif penanganan Karhutla di Riau.

“Mudah-mudahan metode ini bisa kita terapkan di Provinsi Riau sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk tahun-tahun berikutnya. Ini adalah bakti Polri untuk negeri, memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Boy.

Uji coba tersebut dilakukan saat peninjauan penanganan Karhutla di Pelalawan yang turut dihadiri Aslog Kapolri, Kapolda Riau, jajaran Slog Polri, pejabat utama Polda Riau, Bupati Pelalawan, Kapolres Pelalawan serta peserta didik Sespimti.

Setelah pemadaman sebelumnya dilakukan, personel gabungan masih melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Evaluasi terhadap titik uji X Fire akan dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk melihat sejauh mana metode tersebut efektif menangani bara pada lapisan gambut. (AH)