PEKANBARU, ALARAM.CO — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus digencarkan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin. Selain melalui operasi pada siang hari, dukungan terhadap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan pada malam hari untuk membantu mengendalikan karhutla dan mewujudkan Riau bebas asap.
Komandan Lanud (Danlanud) Roesmin Nurjadin, Marsekal Muda Abdul Haris, mengatakan langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan operasi udara dalam mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau.
Pada Selasa (25/8/2026), Lanud Roesmin Nurjadin kembali mengoperasikan pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNM untuk mendukung pelaksanaan OMC. Dalam tiga sortie penerbangan yang dilaksanakan pada hari itu, satu di antaranya dilakukan pada malam hari dengan menyusuri sejumlah wilayah yang menjadi blocking area karhutla.
Penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Bengkalis.
Dalam penerbangan malam tersebut, pesawat membawa dan menyemaikan satu ton natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan pada ketinggian antara 7.000 hingga 14.000 kaki.
Upaya tersebut menunjukkan hasil dengan terpantau turunnya hujan di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Kondisi ini diharapkan dapat membantu membasahi lahan sekaligus menekan potensi muncul dan meluasnya titik api.
Pelaksanaan OMC pada malam hari menjadi bagian dari langkah strategis dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan mengoptimalkan operasi udara, Lanud Roesmin Nurjadin bersama unsur terkait terus berupaya mempercepat penanganan titik api dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Marsekal Muda Abdul Haris menegaskan Lanud Roesmin Nurjadin akan terus hadir mendukung pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi karhutla. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, serta menciptakan Riau yang aman dan bebas asap. (AH)












