Riau

Melampaui Seremonial, Polda Riau Hadirkan Wajah Humanis Polri Lewat Pasar Rakyat hingga Pelosok Negeri

31
×

Melampaui Seremonial, Polda Riau Hadirkan Wajah Humanis Polri Lewat Pasar Rakyat hingga Pelosok Negeri

Sebarkan artikel ini
Di balik ribuan paket bantuan yang disalurkan, air bersih yang dibagikan, rumah yang diperbaiki, serta edukasi yang diberikan, terdapat komitmen untuk terus menghadirkan Polri yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat.

PEKANBARU, ALARAM.CO – Jelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, semangat pengabdian dan kepedulian Kepolisian Negara Republik Indonesia terus diwujudkan melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di Provinsi Riau, ribuan paket bantuan sosial disalurkan, air bersih didistribusikan, rumah warga diperbaiki, rumah ibadah dibersihkan, hingga gerakan penghijauan digencarkan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri untuk masyarakat.

Hingga Selasa, 30 Juni 2026, Polda Riau dan jajaran telah menyalurkan sebanyak 8.357 paket bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, telah terlaksana 56 kegiatan penyaluran air bersih, 40 kegiatan bakti religi, penyelesaian 11 unit bedah rumah, serta satu unit bedah rumah yang masih dalam proses pengerjaan oleh Polres Indragiri Hulu. Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui lima kegiatan Gerakan Indonesia Asri yang melibatkan personel Polri bersama masyarakat.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjangkau kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di berbagai pelosok daerah serta pusat-pusat aktivitas ekonomi rakyat. Salah satu kegiatan berlangsung di Pasar Rakyat Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar, personel lalu lintas hadir bukan hanya membawa paket sembako, tetapi juga menyampaikan edukasi kamtibmas, kamseltibcarlantas, dan Green Policing. Dengan pendekatan humanis, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan disiplin berlalu lintas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Suasana haru tampak ketika personel Patroli dan Pengawalan Masyarakat atau Polantas menyambangi para pekerja sektor informal yang tengah berjuang mencari nafkah. Salah satunya adalah Ridwan, seorang pengemudi ojek becak yang sehari-hari mangkal di sekitar pasar. Saat itu ia sedang menunggu penumpang seperti biasanya, tanpa menyangka akan mendapatkan bantuan. Ridwan mengungkapkan rasa terkejut dan syukurnya atas perhatian tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya kaget karena saat sedang menunggu penumpang di pasar, tiba-tiba didatangi oleh personel Polantas. Ridwan menambahkan bahwa berkat doa keluarga dan rekan-rekan lainnya, ia dapat menerima bantuan paket sembako yang sangat berkah dan membantu, apalagi kondisi penumpang sedang sepi.

Bagi Ridwan, bantuan tersebut bukan hanya sekadar paket sembako, melainkan bentuk perhatian yang memberikan harapan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Riau dan seluruh jajaran yang telah hadir dan peduli kepada masyarakat kecil. Ridwan berharap agar di usia Bhayangkara yang ke-80 tahun ini, Polri semakin sukses, semakin dicintai masyarakat, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan melalui Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Polisi Jeki Rahmat Mustika selaku Ketua Pelaksana Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian Polri yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada kemanusiaan. Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menjelaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 dijadikan sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri harus mampu memberikan manfaat, menghadirkan solusi, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, bantuan sosial disalurkan hingga ke pelosok daerah dan menyentuh langsung masyarakat yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurutnya, kegiatan sosial yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga memperkuat jalinan kebersamaan antara Polri dan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jeki Rahmat Mustika menutup pernyataannya dengan menegaskan keinginan agar masyarakat merasakan bahwa Polri selalu hadir bersama mereka, baik dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, maupun ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan, karena semangat Bhayangkara adalah semangat pengabdian untuk negeri dan untuk masyarakat.

Rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan Polda Riau dan jajaran menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial tahunan. Di balik ribuan paket bantuan yang disalurkan, air bersih yang dibagikan, rumah yang diperbaiki, serta edukasi yang diberikan, terdapat komitmen untuk terus menghadirkan Polri yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat. Dari pasar rakyat di Tembilahan hingga pelosok-pelosok daerah di Provinsi Riau, semangat pengabdian itu terus bergerak, membawa pesan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam menghadirkan kepedulian dan harapan bagi masyarakat. (AH)