Riau

Mensos Saifullah Yusuf Sosialisasikan Sekolah Rakyat di Pekanbaru, Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan

12
×

Mensos Saifullah Yusuf Sosialisasikan Sekolah Rakyat di Pekanbaru, Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf ; Sekolah Rakyat menyasar anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah.

PEKANBARU, ALARAM.CO – Menteri Sosial Republik Indonesia, mengunjungi Sentra Kreasi Atensi Abiseka sekaligus Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru, Minggu (14/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia, , dalam meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Mensos tiba di SRMA 31 Pekanbaru sekitar pukul 12.00 WIB. Kedatangannya disambut meriah oleh para siswa melalui berbagai penampilan bakat dan kreasi yang ditampilkan oleh angkatan pertama Sekolah Rakyat di Pekanbaru.

Dalam kegiatan itu, Mensos didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau, jajaran Pemerintah Provinsi Riau, serta Kapolresta Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi atas perjalanan Sekolah Rakyat Menengah Atas 31 Pekanbaru dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 3 Pekanbaru yang telah menjalankan proses belajar mengajar selama hampir 11 bulan sebagai sekolah perintis.

“Luar biasa. Sudah 11 bulan proses belajar mengajar dilakukan di dua sekolah tersebut sebagai bagian dari sekolah rintisan. Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo yang diperuntukkan bagi keluarga paling tidak mampu, keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum sepenuhnya terjangkau proses pembangunan, serta keluarga-keluarga istimewa Indonesia yang diberikan jalur khusus agar dapat mengejar ketertinggalan melalui pendidikan,” ujar Saifullah Yusuf.

Ia menjelaskan, saat ini Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung sementara yang berasal dari berbagai instansi, mulai dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga aset pemerintah daerah yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.

Menurutnya, ke depan pemerintah akan membangun gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung lebih dari 1.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

“Ini adalah persembahan Presiden Prabowo bagi masyarakat yang berada pada lapisan paling bawah. Tidak ada pendaftaran dalam Sekolah Rakyat. Yang ada adalah penjangkauan. Mereka yang memenuhi kriteria berdasarkan data akan dijemput dan diproses untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses penerimaan siswa dilakukan secara ketat berdasarkan data sosial ekonomi. Calon siswa dijangkau oleh pendamping sosial dan petugas terkait, kemudian diverifikasi bersama pemerintah daerah sebelum ditetapkan secara resmi oleh kepala daerah.

“Tidak ada tes akademik. Bahkan saat pertama kali masuk, ada siswa kelas satu SMA yang belum bisa membaca. Namun yang terpenting adalah mereka memenuhi kriteria dan memang berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama atau boarding school yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan selama 24 jam.

Pada siang hari, para siswa mengikuti proses pembelajaran bersama kepala sekolah dan guru. Sementara pada sore hingga malam hari, mereka mendapat pendampingan dari wali asrama dan wali asuh dalam pembentukan karakter.

“Sekolah Rakyat adalah boarding school. Ada sekolahnya dan ada asramanya. Pendidikan karakter, pendidikan keagamaan, serta pembinaan kedisiplinan dilakukan selama 24 jam penuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mensos juga menjelaskan rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Saat ini pembangunan telah berlangsung di 93 titik di seluruh Indonesia dan akan bertambah menjadi 104 titik pada tahun ini.

Untuk Provinsi Riau, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat sedang berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi dengan progres pembangunan mencapai sekitar 80 persen.

“Gedung permanen Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi nantinya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa. Sesuai target Presiden, pada akhirnya setiap kabupaten dan kota akan memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Saifullah Yusuf menekankan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang berada pada kelompok desil 1 dan desil 2 dalam data sosial ekonomi nasional. Program ini juga menyasar anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah.

Ia kembali mengingatkan seluruh pihak agar menjaga integritas dalam proses penerimaan siswa.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, tidak boleh ada suap, tidak boleh ada pembayaran, dan tidak boleh ada titipan. Menteri tidak boleh menitipkan, Gubernur tidak boleh menitipkan, Bupati maupun Wali Kota juga tidak boleh menitipkan. Yang boleh bersekolah di sini adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria,” tegasnya.

Mensos juga meminta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk bekerja dengan penuh empati dan kasih sayang.

“Kepala sekolah, guru, wali asrama, dan seluruh tenaga kependidikan harus bekerja dengan hati, dengan penuh kasih sayang, di samping tetap berpedoman pada aturan dan pedoman resmi yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia mengaku gembira melihat perkembangan para siswa selama hampir satu tahun mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, perubahan positif terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, kedisiplinan, kesehatan, serta semangat para siswa dalam meraih cita-cita.

“Perjalanan 11 bulan ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Anak-anak menjadi lebih percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat, dan memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai cita-cita mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Saifullah Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Pekanbaru, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga jajaran Pemerintah Provinsi Riau.

Menjawab pertanyaan terkait kuota penerimaan siswa pada tahun ajaran baru, Mensos memastikan jumlah penerimaan akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya seiring bertambahnya kapasitas dan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

“Kuotanya tentu akan lebih besar daripada sebelumnya,” tutupnya.(AH)

Penulis: AHEditor: LINA