Riau

Kapolda Riau Cek Karhutla dari Udara, 10 Hektare Lebih Masih Berasap di Pelalawan

29
×

Kapolda Riau Cek Karhutla dari Udara, 10 Hektare Lebih Masih Berasap di Pelalawan

Sebarkan artikel ini
Bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen. Pol Herry Heryawan berkomitmen mengawal penanganan karhutla di Riau hingga seluruh titik benar-benar tertangani.

PELALAWAN, ALARAM.CO— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan belum dinyatakan selesai. Meski hampir seluruh areal terdampak berhasil dipadamkan, masih ada sekitar 10,15 hektare lahan yang mengeluarkan asap dan kini menjadi fokus pendinginan.

Kondisi tersebut dipantau langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melalui patroli udara, Senin (31/8/2026) pagi. Patroli difokuskan di wilayah Pangkalan Kerinci, salah satu kawasan yang dalam beberapa hari terakhir menjadi prioritas penanganan tim gabungan.

Dari udara, Herry mengecek sejumlah lokasi terdampak sekaligus memantau pergerakan personel dan sarana prasarana yang dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan.

Patroli juga dilakukan untuk memastikan penanganan tetap berjalan meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Riau.

“Hari ini saya kembali melihat langsung dari udara perkembangan penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Pelalawan. Kita ingin memastikan seluruh upaya di lapangan tetap berjalan maksimal dan tidak ada kelengahan, terutama pada lokasi yang masih mengeluarkan asap atau memiliki potensi bara,” kata Herry, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan laporan Posko Penanganan Karhutla Polres Pelalawan hingga pukul 10.30 WIB, kebakaran di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, telah memasuki hari kesembilan.

Dari total area terdampak seluas 967,69 hektare, tim gabungan telah berhasil melakukan pemadaman sekitar 957,54 hektare. Sementara 10,15 hektare masih mengeluarkan asap dan menjadi fokus proses pendinginan.

Pada pemantauan Senin pagi juga terdeteksi satu hotspot kategori medium di wilayah tersebut. Kondisi ini tetap menjadi perhatian meski sebagian besar area terdampak telah berhasil ditangani.

Herry menegaskan, munculnya hotspot tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan seluruh unsur di lapangan tidak boleh mengendur.

“Sekalipun api di permukaan sudah tidak terlihat, pekerjaan belum selesai. Yang harus kita pastikan adalah bara benar-benar padam. Karena itu, pendinginan harus dilakukan sampai tuntas dan titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi,” ujarnya.

Sebanyak 289 personel gabungan masih dikerahkan untuk menangani karhutla di Desa Rantau Baru. Kekuatan tersebut terdiri dari 55 personel Polri, 46 personel TNI, serta personel BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, regu pemadam kebakaran perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat setempat.

Operasi juga diperkuat satu helikopter water bombing, enam unit alat berat, puluhan mesin pompa pemadam dan mini striker, jaringan selang pemadam, serta drone surveillance untuk membantu pemantauan area terdampak.

Menurut Herry, kekuatan yang masih dipertahankan di lapangan merupakan bagian dari strategi agar penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dikendalikan.

“Kita pertahankan kekuatan di lapangan karena targetnya bukan sekadar memadamkan api. Kita harus memastikan tidak terjadi kebakaran ulang,” ujarnya.

“Tim darat bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara dari udara kita lakukan pemantauan serta dukungan water bombing pada lokasi yang membutuhkan,” imbuhnya.

Herry mengapresiasi seluruh personel dan unsur gabungan yang masih bekerja di lapangan. Ia menegaskan, penanganan karhutla di Riau merupakan kerja kolektif yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pihak.

Polri, kata dia, tidak bekerja sendiri. Penanganan melibatkan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, dunia usaha, MPA, hingga masyarakat yang bersama-sama berjibaku di lapangan.

Herry menegaskan, dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo berkomitmen mengawal penanganan karhutla di Riau hingga seluruh titik benar-benar tertangani.

“Sejak awal saya dan Pak Pangdam sudah berkomitmen, penanganan Karhutla ini kita kerjakan bersama-sama sampai tuntas. TNI-Polri akan terus berada di lapangan bersama seluruh stakeholder, saling menguatkan dan memastikan setiap titik yang masih membutuhkan penanganan tidak terabaikan,” tegas Herry.

Komitmen tersebut juga, menurut Herry, menjadi bagian dari upaya menjaga semangat personel yang hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang sampai hari ini masih berada di lapangan. Tetap jaga keselamatan, jaga kesehatan, dan tuntaskan pekerjaan ini bersama-sama,” katanya. (AH)