Riau

Diduga Sopir Mengalami Microsleep, Bus Pelangi Tabrak Tronton di Tol Pekanbaru-Dumai

26
×

Diduga Sopir Mengalami Microsleep, Bus Pelangi Tabrak Tronton di Tol Pekanbaru-Dumai

Sebarkan artikel ini
Kondisi Bus Pelangi yang diduga menabrak bagian belakang truk tronton.

PEKANBARU, ALARAM.CO – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai KM 2, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 05.40 WIB. Sebuah Bus Pelangi diduga menabrak bagian belakang truk tronton yang melaju searah di depannya. Akibat kejadian itu, dua penumpang meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami luka-luka.

Petugas Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Proses evakuasi korban, pengamanan lokasi, hingga pengaturan arus lalu lintas dilakukan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan susulan.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengatakan, penanganan di lokasi dipimpin Kanit Tol Permai AKP Ruben yang mengoordinasikan personel Sat PJR bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya.

“Begitu menerima informasi, personel kami langsung menuju lokasi. Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali agar tidak terjadi kecelakaan susulan,” kata Eko.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK melaju dari arah Batin Solapan menuju Pekanbaru. Bus tersebut diduga mengalami microsleep sehingga menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi bernomor polisi BK 8050 GU yang berada di depannya.

Benturan keras membuat truk keluar dari badan jalan dan terperosok ke dalam parit. Sementara itu, bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah.

Dari total korban, dua penumpang dinyatakan meninggal dunia, yakni Ibrahim Yafi Al Arumi (2) dan Ainul Mardiah (58). Sebanyak 16 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga melakukan pendataan identitas korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Pekanbaru untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Eko, pengemudi Bus Pelangi diketahui meninggalkan lokasi usai kejadian dan saat ini masih dalam pencarian aparat kepolisian.

“Terkait penyebab kecelakaan, dugaan sementara pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Ia mengimbau para pengemudi, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk.

“Manfaatkan rest area atau berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan mendoakan para korban luka segera pulih.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan seluruh korban yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan,” ujar Jeki.

Ia juga mengapresiasi respons cepat personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau, Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.
Jeki kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan tol agar selalu mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan kondisi fisik sebelum berkendara.

“Jangan memaksakan diri mengemudi ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk. Manfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat. Keselamatan adalah tujuan utama dari setiap perjalanan,” katanya.

Saat ini, penanganan lanjutan kecelakaan telah diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru untuk proses penyelidikan dan penanganan hukum. Adapun arus lalu lintas di ruas Tol Pekanbaru-Dumai telah kembali normal setelah proses evakuasi korban dan kendaraan selesai dilakukan.(AH)