Riau

Mahasiswa Riau Deklarasikan Perang terhadap Narkoba dan Perusakan Lingkungan di Rimbang Baling

59
×

Mahasiswa Riau Deklarasikan Perang terhadap Narkoba dan Perusakan Lingkungan di Rimbang Baling

Sebarkan artikel ini
Rangkaian Kegiatan Penanaman Bibit Pohon Sebagai Simbol Komitmen Menjaga Lingkungan.

KAMPAR, ALARAM.CO — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau mendeklarasikan komitmen bersama untuk memerangi narkoba dan kejahatan lingkungan dalam kegiatan Kemah Kebangsaan di Pulau Tongah, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan penyangga Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling itu menjadi momentum penguatan peran generasi muda dalam menjaga masa depan daerah. Deklarasi dibacakan secara bersama-sama sebagai bentuk sikap tegas terhadap peredaran narkoba, pembakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai bentuk perusakan lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktorat Pembinaan Masyarakat dan Direktorat Intelkam Polda Riau, jajaran pejabat utama, serta unsur panitia dari kepolisian bersama lembaga mitra. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai peserta utama yang dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan.

Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purnama, menegaskan bahwa mahasiswa harus berada di garis depan dalam upaya penyelamatan generasi bangsa. Menurutnya, ancaman narkoba dan kerusakan lingkungan merupakan persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor perubahan dan tidak bersikap apatis. Perang melawan narkoba dan kejahatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sejumlah peserta juga menyampaikan pandangannya. Dwi Lestari Nur Fitriani menekankan pentingnya kesadaran individu dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak mahasiswa untuk berani menolak dan saling mengingatkan dalam lingkungan pergaulan.

Sementara itu, Rima Sitasonia menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam mencegah karhutla yang kerap terjadi di Riau. Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian alam.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan. Selain itu, peserta juga menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme.

Kegiatan berakhir dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh peserta kemudian kembali ke Pekanbaru pada siang hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyuarakan komitmen, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan narkoba dan pelestarian lingkungan.(AH)