PEKANBARU, ALARAM.CO – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian cepat dan dinamis, pendekatan humanis dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, menegaskan hal tersebut saat membuka kegiatan Evaluasi dan Refleksi Citra Polda Riau Kuartal I Tahun Anggaran 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Rabu (22/4/2026).
Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan institusi Polri tidak hanya diukur dari capaian operasional di lapangan, melainkan juga dari cara penyampaian informasi kepada masyarakat yang harus cepat, tepat, dan humanis.
“Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari tindakan di lapangan, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan humanis kepada masyarakat,” ujar Irjen Herry.
Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan represif yang tidak diimbangi dengan komunikasi yang baik justru berpotensi menimbulkan dampak kontraproduktif terhadap upaya membangun kepercayaan publik. Menurutnya, pola komunikasi yang terbuka dan empatik menjadi bagian penting dalam menjaga citra institusi.
“Pendekatan yang terlalu represif tanpa komunikasi yang baik justru kontraproduktif terhadap upaya membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda menyoroti dinamika global serta perkembangan arus informasi yang begitu cepat, yang menuntut setiap personel memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi. Dalam konteks tersebut, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, baik dengan TNI, pemerintah daerah, maupun seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi publik di ruang digital, termasuk pemahaman terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE, sebagai upaya menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, Kapolda mengajak seluruh jajaran untuk berani melakukan evaluasi secara objektif terhadap berbagai program yang telah berjalan, termasuk program community policing, agar implementasinya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat bawah.
Menurut Kapolda, program yang selama ini dijalankan pada dasarnya sudah baik, namun harus dipastikan pelaksanaannya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat secara nyata.
Di sisi internal, Irjen Herry juga menegaskan komitmen kuat terhadap integritas organisasi. Ia memastikan tidak ada toleransi terhadap anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran hukum lainnya, dan menegaskan bahwa setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Mengakhiri arahannya, Kapolda mengimbau seluruh personel untuk terus menjaga integritas, membangun komunikasi publik yang positif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga marwah institusi Polri.
“Termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun kepercayaan publik dan menjaga marwah institusi Polri,” tutupnya.(AH)












