Riau

Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Tekankan Pencegahan Hadapi Ancaman Musim Kemarau

19
×

Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Tekankan Pencegahan Hadapi Ancaman Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan Karhutla kepada Polda Riau di Lapangan Upacara SPN Polda Riau, Kabupaten Kampar, Rabu (8/7/2026).

KAMPAR, ALARAM.CO – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Polda Riau dalam kunjungan kerja di Lapangan Upacara SPN Polda Riau, Kabupaten Kampar, Rabu (8/7/2026).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, pejabat utama Mabes Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, kepala daerah, serta perwakilan TNI, BPBD, Basarnas, BMKG dan instansi terkait lainnya.

Sebelum menyerahkan bantuan, Kapolri menerima paparan dari BPBD Provinsi Riau mengenai kondisi terkini karhutla, termasuk perkembangan titik panas (hotspot), titik api, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan. Selanjutnya, Jenderal Listyo Sigit meninjau gelar kesiapan personel dan peralatan penanggulangan karhutla yang dipandu Karo Ops Polda Riau.

Dalam keterangannya, Kapolri menekankan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menghadapi ancaman karhutla di Provinsi Riau.

“Terima kasih atas sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Inilah kekuatan yang kita butuhkan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau,” ujar Kapolri.

Berdasarkan paparan yang diterima, saat ini terdeteksi sekitar 15 ribu hotspot. Setelah melalui proses verifikasi, terdapat sekitar 329 titik api yang memerlukan penanganan dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Kapolri mengingatkan bahwa Riau memiliki karakteristik khusus karena mengalami dua periode rawan karhutla setiap tahun. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi semakin berat dengan adanya prediksi fenomena El Niño yang dapat menyebabkan cuaca lebih kering.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel Satgas Karhutla meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memastikan ketersediaan sumber air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas dibandingkan penanganan ketika api telah meluas.

Selain kesiapan personel, Kapolri juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api maupun membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran saat musim kemarau.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla, pemerintah menyerahkan berbagai peralatan kepada Polda Riau, di antaranya sekitar 50 unit air breathing apparatus untuk melindungi personel dari paparan asap, perangkat komunikasi bagi wilayah minim sinyal, kendaraan roda dua untuk mobilitas menuju lokasi titik api, alat berat, serta peralatan pengeboran sumur guna menyediakan sumber air saat proses pemadaman.

“Saya berharap seluruh peralatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai bentuk kesiapan kita menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolri.

Usai kegiatan di SPN Polda Riau, Kapolri bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerja menuju pabrik pupuk PT Bursatani Futura Andyta melalui jalur darat.(AH)