Riau

Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Segala Bentuk Kekerasan

57
×

Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Segala Bentuk Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi menyiramkan air kembang kepada salah seorang Bintara Remaja saat Tradisi Pembinaan Korps sebagai simbol dimulainya pengabdian dan penerimaan resmi sebagai anggota keluarga besar Polda Riau.

KAMPAR, ALARAM.CO – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi membuka pendidikan pembentukan bagi 119 calon Bintara Polri Khusus Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Kabupaten Kampar, Senin (20/7/2026).

Pembukaan pendidikan tersebut merupakan bagian dari dimulainya Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta didik sebanyak 4.709 orang.

Dalam amanatnya, Kapolda Riau menegaskan bahwa pendidikan pembentukan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kemampuan fisik, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter, integritas, serta kompetensi pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Herry, proses pendidikan merupakan tahapan penting untuk membentuk anggota Polri yang profesional, memiliki moral yang baik, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Pendidikan ini bukan sekadar mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses transformasi pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, mental, dan budaya kerja agar menjadi personel yang benar-benar mahir dan profesional,” ujar Herry.

Ia menjelaskan, selama lima bulan ke depan para peserta didik akan mengikuti berbagai materi pembelajaran dan pelatihan sebagai bekal menjalankan tugas kepolisian, khususnya di bidang pelayanan masyarakat.

Pada Tahun Anggaran 2026, pendidikan pembentukan diikuti 709 polisi wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri serta 4.000 polisi laki-laki yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh Indonesia.

Tahun ini, pendidikan mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.” Tema tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, adaptif, dan mampu menghadapi dinamika perkembangan masyarakat.

Kapolda juga mengingatkan bahwa lulusan Bintara SPKT nantinya akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kemampuan berkomunikasi, memberikan kepastian pelayanan, serta menghormati hak asasi manusia menjadi aspek yang harus dimiliki setiap personel.

“Masyarakat datang ke kantor polisi dengan berbagai persoalan, ketakutan, dan harapan. Karena itu, kalian harus mampu menerima laporan dengan cepat, berkomunikasi secara santun, memberikan kepastian hukum, pelayanan prima, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi,” katanya.

Selain memberikan motivasi kepada para peserta didik agar tetap bersemangat menjalani pendidikan, Herry juga menyampaikan pesan khusus kepada para tenaga pendidik dan instruktur SPN.

Ia meminta seluruh proses pendidikan dilaksanakan secara profesional, disiplin, serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Kapolda menegaskan tidak boleh ada praktik kekerasan, perundungan, penghinaan maupun tindakan lain yang merendahkan martabat peserta didik.

Menurut Herry, ketegasan dalam pendidikan harus diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas, bukan menciptakan rasa takut ataupun dendam.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Jadilah teladan dalam sikap, kedisiplinan, dan integritas karena peserta didik belajar bukan hanya dari materi, tetapi juga dari perilaku para pendidiknya,” ujar Herry.

Melalui pendidikan tersebut, Polda Riau berharap para calon Bintara SPKT mampu menjadi personel yang profesional, humanis, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia.(AH)