Riau

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Kapolda Riau Laporkan 110 Jembatan untuk Rakyat

16
×

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Kapolda Riau Laporkan 110 Jembatan untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Prabowo Subianto menyapa sejumlah Polda di daerah melalui konferensi video. Salah satunya adalah Polda Riau yang mengikuti kegiatan dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar.

KAMPAR, ALARAM.CO – Kehadiran negara kembali dirasakan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri untuk masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Dalam agenda tersebut, Presiden meresmikan pembangunan dan renovasi 3.395 jembatan serta 3.000 sumber air bersih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Prabowo memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri yang dinilai telah bekerja bersama masyarakat membangun infrastruktur hingga ke desa-desa dan wilayah terpencil.

Secara nasional, Polri telah membangun dan merenovasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Bagi Presiden, pembangunan tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan wujud pengabdian dan kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian. Itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya. Hari ini bagi saya, saya gunakan kesempatan ini sekali lagi untuk menyampaikan rasa bangga saya,” kata Prabowo secara daring dari Istana Negara.

Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, baik dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia maupun secara pribadi.

Menurut Prabowo, jajaran kepolisian telah mampu menangkap kebutuhan masyarakat dan bekerja hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Ia menilai, kehadiran aparat negara di tengah masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan pedesaan, merupakan bagian penting dari pengabdian kepada bangsa.

“Saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin. Saudara telah menangkap bagaimana bahagianya kalau kita bisa berbuat yang berarti untuk rakyat kita. Apalagi rakyat kita yang paling terpencil, apalagi rakyat kita di desa,” ujar Prabowo.

Dalam rangkaian peresmian tersebut, Presiden kemudian menyapa sejumlah Polda di daerah melalui konferensi video. Salah satunya adalah Polda Riau yang mengikuti kegiatan dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar.

Dari lokasi tersebut, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan langsung kepada Presiden mengenai pembangunan jembatan sekaligus sejumlah program yang dilakukan jajaran Polda Riau bersama masyarakat untuk membuka akses bagi warga di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Herry mengatakan, arahan Presiden agar setiap unsur negara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat diterjemahkan di Riau melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar setiap ujung negara bekerja menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, kami di Riau berusaha menerjemahkan arahan tersebut melalui satu pekerjaan bersama,” kata Herry kepada Presiden.

Kapolda Riau kemudian melaporkan bahwa sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi telah dibangun di berbagai wilayah Provinsi Riau melalui kolaborasi Polda Riau dan masyarakat.

“Kami, Polda Riau bersama-sama masyarakat membuat dan membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi,” ujarnya.

Dialog antara Presiden dan jajaran Polda Riau semakin menarik ketika Kapolda memperkenalkan Raisa Adelia, seorang pelajar berusia 13 tahun asal Desa Gobah yang merasakan langsung manfaat pembangunan jembatan tersebut.

Pelajar MTs Ahmad Dahlan Gobah itu kemudian menyapa Presiden dengan sebuah pantun sebelum menyampaikan pengalamannya mengenai kondisi jembatan di desanya.

“Beli durian di pinggir jalan, dimakan bersama teman sejati. Jembatan Merah Putih menjadi kebanggaan, Pak Presiden senyum, kebanggaan kami,” ucap Raisa.

Raisa menceritakan, sebelum diperbaiki, jembatan di desanya mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi tersebut sempat menyulitkan aktivitas warga, termasuk dirinya ketika harus berangkat ke sekolah.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah membuat jembatan di desa kami. Dulunya jembatan kami ini rusak parah dan bolong-bolong. Sekarang, kami sudah tidak bersusah payah untuk pergi ke sekolah karena jembatannya sudah bagus. Terima kasih Bapak Presiden, panjang umur dan sehat selalu,” katanya.

Selain pembangunan jembatan, Kapolda Riau juga melaporkan pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses di Provinsi Riau.

“Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81, kami membuat program Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai tindak lanjut arahan Bapak Kapolri untuk mendatangi masyarakat pada wilayah terluar dan terdepan yang masih memiliki keterbatasan akses di Provinsi Riau,” kata Herry.

Dalam ekspedisi tersebut, jajaran Polda Riau juga membawa misi pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman dan restorasi mangrove di kawasan pesisir.

“Dalam kegiatan tersebut, kami juga melaksanakan penanaman dan restorasi mangrove sebagai upaya memperkuat benteng alami wilayah pesisir yang terdampak abrasi,” jelasnya.

Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar. Menurutnya, pembangunan harus mampu menyentuh masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Ia menekankan bahwa masyarakat di wilayah terpencil juga memiliki hak untuk menikmati kualitas hidup yang baik melalui kehadiran negara.

“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang. Ya, kita butuh investasi besar-besaran. Tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegas Prabowo.

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antara Polri dan masyarakat dapat menjawab persoalan akses dasar di tingkat desa. Di Riau, pembangunan 110 jembatan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka akses pendidikan, perekonomian, pelayanan publik, serta memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah yang sebelumnya terkendala kondisi infrastruktur. (AH)